13 Januari 2012, kami para laskar AGAPA melakukan ekspedisi ekstrem, tegang lagi menegangkan, heboh, berbahaya, mencekam (pokoknya yang parah parah deh) ke suatu pulau terpencil tapi itu pulau tak kecil, hanya letaknya saja yang emang gak kelihatan sama mata telanjang kalau dari dermaga. Bermodalkan tekad, semangat dan uang pastinya kami berlayar ke pulau tersebut dengan menggunakan sebuah perahu yang bisa dibilang lumayan keren walaupun gak sekeren titanic Sayang, cuaca pagi itu sedang tidak bersahabat, awan awan kecil sedang menangis (dimarahi ibunya mungkin ya? :-)), hujan turus sangat deras sudah bukan kaya lagu anak anak lagi yang turunnya rintik rintik. pokoknya cuaca saat itu emang benar benar X-TREME. Tapi, itu semua ga bikin kami semua takut, ciut, dan gentar, malah ini semua kami anggap sebagai tantangan yang sangat menantang dan ya mengasyikan lah sampai bikin air mata keluar. ( nah loh? katanya asyik tapi malah nangis). Angin bertiup sangat kencang dan untungnya perahu kami bukan perahu layar, karena mungkin kalau perahu layar, itu laut bakal jadi landasan terbang perahu, dan perahu kita akan segera melakukan take off .tapi emang bener kalo kalian berada di perahu saat itu
mungkin yang kalian pikirkan hanyalah perahu dihempas ombak, lalu terbalik, kalian terlempar dari perahu, sialnya kalian gak bisa berenang, kalian berharap bakal datang putri duyung yang bakal nolong kalian yang sayangnya muka kalian aja sudah bikin takut itu putri duyung buat nolong kalian bahkan mungkin kalian bakal kepikiran hutang hutang kalian sama temen temen kalian, lalu kalian tiba tiba kesurupan gara gara gak bisa berenang, lalu dalam hitungan menit kalian akan melakukan diving dengan gaya renang paling keren seantero bumi (STONE STYLE), dan beruntungnya kalian bakal jadi artis di Indonesia karena kalian akan muncul dalam semua berita nasional di channel televisi nasional. well, mungkin itu terlalu berlebihan. Perjalanan kami di laut gak semuanya tegang dan penuh kisah haru kok, karena kami juga dihibur sama tarian lumba lumba ikan ikan kecil. gua juga gak tau deh kenapa itu ikan ikan kecil pada loncat loncat meniru gaya si dolpin, mungkin mereka sangat tergila gila dengan kehebatan si lumba lumba.
"Jalan menuju surga itu gak indah", emang ungkapan itu baru gua sadari itu emang benar. Jalan menuju The Behind Paradise : Saronde Island gak seindah dan segampang sama apa yang kita bayangkan saat itu. Hujan, badai, ombak, tempat duduk perahu yang gak ada empuk empuknya, dingin, laper itulah yang mewarnai perjalanan kami menuju surga dunia itu. Laut emang lagi ngamuk (lebay banget, ombaknya perasaan biasa aja), mungkin gara gara si poseidon lagi sakit gigi dan si zeus lagi patah hati sampai sampai langit hujan deres banget. Setelah beberapa menit terombang ambing di lautan, dan untung gak terdampar di pulau tak berpenghuni (karena kalau sampai terdampar bakal gua bikin filmnya) kapten perahu yang kami tumpangi pun mendapat hidayah dan berhasil melacak keberadaan pulau saronde. Tapi gua rasa, kapten kapal gua lagi galau, karena didepan perahu gua ada dua pulau dan itu perahu bergerak ke kanan dan ke kiri terus, tapi akhirnya kapten perahu kami menjatuhkan pilihannya ke pulau yang tepat, pulau dengan pasir putihnya yang indah dengan sejuta pesonanya. Perjalanan kami di laut pun selesai dengan bahagia dan mengharukan. perahupun segera berlabuh ke pasir putih yang halus.

No comments:
Post a Comment